Warning! Ini Dongeng untuk Orang Dewasa!

Dengan mengesampingkan nama Neil Gaiman dari kover buku ini, apa yang terlintas di benak Anda ketika memandang kover buku ini? Mungkin saja benak Anda berkata seperti ini: Ah, ini pasti dongeng yang cenderung kekanak-kanakan. Tidak salah memang jika Anda berpendapat seperti itu. Sebab buku ini memang buku dongeng, tapi dongeng untuk orang dewasa! Jika bukan karena seorang Neil Gaiman yang menulis buku ini, mungkin saya tidak akan pernah tertarik membeli dan membaca buku ini. Berhubung saya pernah dibuat terpesona oleh American Gods dan sudah membaca-baca track records Mr. Gaiman, saya pun dibuat penasaran dengan karya-karya lainnya. Termasuk Stardust ini.

Seperti dongeng pada umumnya, kisah dalam buku ini dapat membawa alam imajinasi kita berkelana ke tempat-tempat luar biasa yang mustahil kita temui. Kita pun diajak untuk bertemu makhluk-makhluk yang hanya ada di dunia dongeng. Yah, namanya juga dongeng. Kalau tidak seperti itu, ya bukan dongeng namanya.

Continue reading

Advertisements

Mengenal Lebih Jauh Sosok Kartini

Raden Ajeng Kartini. Kita pasti mengenalnya sebagai seorang tokoh pelopor emansipasi wanita di Indonesia. Mulai dari anak SD sampai rata-rata orang usia dewasa pasti mengenal Kartini pada batas itu. Saya pun tidak lepas dari mindset tersebut hingga saya membaca karya Pram yang sangat luar biasa ini. Karyanya ini benar-benar membuat pandangan saya terhadap Kartini berubah total. Sekarang saya menjadi lebih kagum kepada Kartini karena dia bukan hanya pemikir yang luar biasa cerdas, tapi sekaligus pejuang yang sangat gigih dan seorang seniman yang luar biasa.

Buku yang membahas Kartini sangat jarang kita temui. Dan dari buku-buku yang ada itu saja hampir bisa dipastikan sangat jarang ada yang membacanya. Mungkin karena inilah kebanyakan dari kita tidak mengenal dengan baik siapa sosok Kartini sebenarnya. Nah, karya Pram ini adalah salah satu buku dari sekian buku yang membahas Kartini itu. Karena buku ini ditulis oleh Pram—yang kita tahu bahwa dia antifeodalisme—maka kita akan diajak mengenal Kartini sebagai sosok yang (juga) antifeodalisme. Dari membaca judul buku ini saja kita akan langsung merasakan hal tersebut. Panggil Aku Kartini Saja bukanlah sebuah kalimat rekaan Pram, melainkan sebuah kalimat dari Kartini sendiri yang diambil dari penggalan suratnya kepada Estelle Zeehandelaar (sahabat penanya) pada tanggal 25 Mei 1899. Menurut Pram kalimat tersebut adalah sebuah bentuk penolakan Kartini terhadap feodalisme pribumi yang di waktu itu merupakan hal yang sangat lumrah.

Continue reading

Teknologi vs. Moral

Inilah contoh buku yang luar biasa sekaligus sangat kompleks. Saat saya menuliskan review ini, saya masih bingung seperti apa saya akan menuliskan sinopsis ceritanya. Sebab kalau saya menuliskan sinopsis hingga sepertiga ceritanya saja, pasti review ini nanti akan mirip dengan sebuah cerpen. Tokoh, plot, dan sesuatu yang ingin disampaikan oleh Michael Crichton di sini banyak sekali! Jadi sulit bagi saya untuk meringkasnya ke dalam satu atau dua paragraf. Tapi, paling tidak garis besar ceritanya seperti ini:

Ada seorang pria bernama Frank Burnet pernah menderita leukemia sel-T kelenjar getah bening akut. Kemudian dia berobat ke seorang dokter dan prognosis awal untuk penyakit itu juga tidak bagus. Tapi, secara luar biasa Frank mampu sembuh dari penyakit tersebut. Dan setelah itu secara mencurigakan Frank juga diharuskan untuk selalu kontrol tanpa alasan yang jelas. Kemudian diketahuilah bahwa jaringan tubuh Frank mampu menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa bagi dunia medis, yaitu cytokine. Dan sang dokter tadi ternyata diam-diam mengambil jaringan tubuh Frank untuk diteliti dan dijual kepada sebuah perusahaan bioteknologi bernama BioGen. Masalah inilah yang sebenarnya menjadi awal dan inti cerita buku ini.

Continue reading

Angels and Demons Versi Paulo Coelho

Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com

Seorang pria asing tiba di sebuah desa yang sunyi dan terpencil bernama Viscos. Berta—salah satu penduduk desa tersebut—yang pertama kali melihat kedatangan pria tersebut menyadari bahwa orang asing tersebut ditemani sang Iblis. Semua tampak tenang-tenang saja hingga pria asing itu—yang suatu saat nanti mengaku bernama Carlos dan berumur 52 tahun—bertemu dengan Chantal Prym. Chantal adalah seorang gadis yatim piatu dari Viscos—bahkan gadis paling muda di desa itu—dan sudah sejak lama ingin meninggalkan desa itu. Keinginannya itu sedikit mendapat titik cerah ketika mendengar penawaran Carlos.

Carlos meminta Chantal untuk mengumumkan kepada penduduk desa tentang keberadaan batang-batang emas yang dikuburnya di hutan—satu dikubur di dekat batu berbentuk Y dan sepuluh dikubur di dekat batu berbentuk elang. Penduduk desa diperkenankan memiliki sepuluh batang emas jika mereka melakukan apa yang diinginkannya, yaitu melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah Allah: jangan membunuh. Sementara itu Chantal dipersilakan oleh Carlos untuk mencuri satu batang emas yang dikuburnya itu jika ia punya nyali. Dan itu berarti Chantal juga melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah Allah, yaitu jangan mencuri. Semua itu dilakukan Carlos demi membuktikan apa yang selama ini dipercayainya bahwa pada hakikatnya manusia itu jahat.

Continue reading

Kisah Tragis dari Ranah Batak

Sebuah karya sastra dengan kisah tragis yang mirip dengan kisah Sitti Nurbaya. Jika Sitti Nurbaya merupakan sebuah hikayat dari ranah Minang, Azab dan Sengsara ini adalah sebuah hikayat dari ranah Batak—dapat kita tebak dari nama penulisnya dan kover buku ini. Kedua buku tersebut memiliki inti cerita yang tidak jauh berbeda, yaitu kisah kasih tak sampai antara dua insan manusia. Sepertinya kisah-kisah seperti itu sempat menjadi tren di masa itu karena kedua buku ini pertama kali terbit dengan rentang waktu yang tidak jauh berbeda (Azab dan Sengsara pada tahun 1920; Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai pada tahun 1922).

Buku ini secara garis besar bercerita tentang kisah kasih antara Mariamin—biasa disebut Riam dalam cerita—dan Aminuddin. Mereka adalah pemuda dan pemudi yang berasal dari kampung Sipirok yang termasuk ke dalam karesidenan Tapanuli. Cerita diawali Aminuddin yang berpamitan dengan Riam karena akan merantau mencari pekerjaan di Deli. Mendengar berita itu Riam menjadi sedih karena mereka akan segera berpisah. Tapi, Aminuddin berjanji jika sukses dalam pekerjaannya nanti dia akan mempersunting Riam. Meskipun rasa sedihnya tidak hilang, hal itu menimbulkan sebuah harapan yang besar di hati Riam. Dan selama perpisahan itu mereka saling bertukar kabar lewat surat. Hingga melalui surat ini pula Aminuddin memberi kabar pada Riam bahwa akan segera mempersuntingnya. Namun, keinginan Aminuddin tersebut tak direstui orangtuanya karena Riam adalah seorang gadis dari keluarga miskin. Hingga Aminuddin pun dijodohkan dengan gadis lain dari keluarga yang lebih tinggi derajatnya.

Continue reading

Ayo Cetak Duit dengan Passion!

Buku-buku tentang langkah-langkah berbisnis dan entrepreneurship banyak bertebaran di luar sana. Tapi, jika Anda secara spesifik mencari buku yang memberikan langkah-langkah berbisnis yang sesuai dengan hobi dan passion Anda, buku inilah pilihannya. Dalam buku ini kita akan menemui beberapa kiat dari Dedy Dahlan untuk memulai bisnis/karier yang sesuai dengan passion kita. Kiat-kiat tersebut disampaikan secara runut dalam satu bab pendahuluan dan diikuti dengan tujuh bab materi dengan bahasa yang lugas, santai, dan mudah dipahami.

Di awal buku ini Dedy Dahlan akan mengajak kita merenung, sebenarnya apa sih impian finansial kita? Kalau kita menjawab ingin punya bisnis, buat apa sebenarnya punya bisnis sendiri? Nah, kalau kita ingin menjadi kaya dan punya banyak uang dengan memiliki bisnis sendiri, maka di sini Dedy Dahlan akan membuka mata kita bahwa berbisnis itu bukan sekedar mengumpulkan kekayaan. Justru tujuan berbisnis itu bukan menjadi kayanya, tapi lebih ke menikmati setiap proses yang ada dan bagaimana kita menjalaninya dengan suka cita. Selain itu, Dedy Dahlan juga mengajarkan bahwa ada yang lebih penting daripada sekedar uang dalam berbisnis maupun berkarier, yaitu kepuasan pribadi atau emotional income! Sebab percuma saja kita memiliki uang segunung tapi tidak memiliki kepuasan emosional sama sekali. Inilah pondasi pertama yang disampaikan Dedy Dahlan pada kita, bahwa agar kita dalam melakukan sesuatu—entah itu bekerja, berkarier, berbisnis—semuanya harus dilakukan dengan rasa suka cita. Dan jika kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion kita, maka otomatis kita akan melakukan hal tersebut dengan sepenuh hati dan suka cita. Inilah pentingnya passion!

Continue reading