Joey Harker, Naruto-nya Multiverse

interworld

Apakah Anda percaya dengan sebuah teori bernama Parallel Universe? Kalau Anda pro teori tersebut atau penasaran dengan teori tersebut, buku ini paling tidak dapat membawa Anda sedikit memaknai teori tersebut. Sebelumnya mari kita simak lebih dulu apa yang dimaksud dengan parallel universe menurut Wikipedia.

“The multiverse (or meta-universe) is the hypothetical set of multiple possible universes (including the historical universe we consistently experience) that together comprise everything that exists and can exist: the entirety of space, time, matter, and energy as well as the physical laws and constants that describe them. The term was coined in 1895 by the American philosopher and psychologist William James. The various universes within the multiverse are sometimes called parallel universes.”

Kalau menurut apa yang saya baca dan pemahaman saya sendiri, parallel universe itu di belahan lain alam semesta ini ada bumi yang sama persis seperti bumi kita ini, dan di situ ada orang yang sama persis dengan kita tapi (mungkin) dengan nasib yang berbeda. Yah, setidaknya seperti itu gambaran kasar parallel universe menurut pemahaman saya.

Well, setidaknya hal itulah yang saya temukan di buku ini. Secara sekilas buku ini memang tampak seperti komik ala Marvel Comics atau DC Comics jika dilihat dari kovernya. Padahal buku ini adalah sebuah novel. Karena kover buku ini memiliki desain seperti komik-komik superhero tersebut, apakah buku ini (juga) berkisah tentang superhero? Saya akan menjawabnya ‘iya’. Sebab tokoh utama dalam buku ini, Joey Harker, memang memiliki sebuah kekuatan khusus dan memiliki tugas menyelamatkan dunia (bahkan alam semesta ini!). Meski dia tidak super-super amat, he-he-he.

Buku ini memang berkisah tentang petualangan Joey Harker. Joey ini seorang remaja yang konyol. Dia mungkin tidak bodoh-bodoh amat, tapi benar-benar tidak mengerti arah dan linglung! Bayangkan saja, di rumah sendiri saja dia selalu tersesat. Bahkan dalam buku ini dia digambarkan sebagai seseorang yang tidak bakal bisa menemukan pantatnya sendiri meski kedua tangannya diikat di belakang. Tapi, Joey ini memiliki sebuah kemampuan yang istimewa. Dia mampu melintas dari satu dimensi ke dimensi lain. Bahkan kemampuan yang dimilikinya itu tergolong top class untuk standar alam semesta. Gara-gara kemampuannya ini dia menjadi rebutan dua pihak, yaitu HEX dan Binary yang sudah lama berseteru untuk mendominasi Altiverse dan Multiverse. HEX sendiri sebuah kekuatan yang mengandalkan sihir dan Binary mengandalkan sains.

Dan sejak itulah petualangan Joey menyelamatkan keseimbangan alam semesta dimulai. Menembus satu dimensi ke dimensi lain, bergabung, belajar, dan dilatih di InterWorld. Sejak itu pula Joey bertemu dan berjuang bersama rekan-rekannya di InterWorld—yang ternyata kembarannya dari dunia-dunia lain dengan nama-nama dan wujud yang unik, seperti J/O Hrkr, Jai, Jakon, Josef, Jo.

Sebenarnya juga buku ini lebih pas disebut sebagai buku science fiction (sci-fi). Tapi, faktor Neil Gaiman yang terkenal sebagai pendongeng membuat buku ini tidak sepenuhnya berbau sains. Karena itulah HEX dihadirkan dalam buku ini dengan kekuatan-kekuatan sihirnya. Sementara bagian-bagian lain yang berbau sains—seperti peran Binary dan seluruh istilah sains yang bikin pusing—(sepertinya) menjadi bagian Michael Reaves yang memang terkenal sebagai penulis bergenre sci-fi. Kalau Anda penasaran seperti apa hasil persilangan dunia dongeng yang penuh sihir dengan dunia sains yang ilmiah, buku inilah hasilnya. Apalagi buku ini hasil kolaborasi dua penulis kawakan yang ahli di bidangnya masing-masing.

Tapi kolaborasi dua genre yang seperti-tidak-bisa-disatukan tersebut juga memiliki kelemahan dan itu cukup terasa di buku ini. Contohnya tentang perseteruan HEX dan Binary. Seperti yang saya sebut tadi HEX dan Binary juga berseteru memperebutkan Joey Harker. Jadi kita katakan saja HEX dan Binary adalah musuh bagi Joey. Tapi yang ada dalam buku ini HEX begitu mendominasi sebagai musuh Joey. Binary bisa dibilang malah tidak pernah berkonfrontasi dengan Joey secara mencolok. Sepertinya peran HEX yang begitu dominan sebagai antagonis adalah bentuk penyeimbangan antara dunia sihir dongeng dan dunia sains dalam buku ini. Sebab jika Binary juga ditampilkan dalam porsi yang seimbang, maka unsur sains akan semakin kental dalam buku ini dan kontribusi Neil Gaiman dalam buku ini menjadi kurang terasa. Karena itu ketika membaca buku ini, pasti kita nanti akan bertanya-tanya: Dari tadi kok ributnya ama HEX melulu sih? Si Binary ke mana aja nih?

Meski begitu buku ini secara umum masih menarik untuk dibaca dan dinikmati. Malah dengan plot dan alur cerita seperti itu kita dapat berharap buku ini memiliki sekuel karena Binary (bisa dibilang) sama sekali belum muncul. Apalagi ending buku ini juga mendukung hal tersebut (atau memang sengaja dibuat seperti itu oleh Gaiman dan Reaves?). Walaupun buku ini mengandung bermacam-macam istilah sains yang bisa bikin kita bengong, kita tidak perlu takut tidak bisa mengikuti buku ini karena buku ini ditulis melalui sudut pandang Joey. Si Joey ini mirip-mirip dengan Naruto. Otaknya pas-pasan sehingga untuk memahami berbagai hal dia menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang mudah dipahami. Apalagi buku ini juga ditulis (dan ditejemahkan) dengan bahasa yang santai dan gaul. Selain itu buku ini juga banyak diselipi narasi, dialog, dan plot humor, seperti saat tim Joey akan adu pedang dengan kelompok HEX. Di antara tim Joey malah berdebat sendiri siapa yang pantas untuk mewakili tim menghadapi wakil HEX. Konyolnya begitu sudah menentukan wakil, mereka malah tidak punya pedang dan tanpa malu meminjam pedang pada kelompok HEX [halaman 238-240]. Humor-humor yang begitu cerdik diselipkan oleh Gaiman dan Reaves seperti inilah yang membuat kita tetap fresh dalam membaca buku ini dari awal sampai akhir. Dan saya berharap mereka membuat sekuel petualangan Joey Harker yang luar biasa, unik, dan konyol ini. Great collaboration, Mr. Gaiman and Mr. Reaves!

InterWorld

oleh Neil Gaiman dan Michael Reaves

Penerjemah: Tanti Lesmana

Gramedia Pustaka Utama; Cetakan Pertama, Juni 2010

Paperback; 280 halaman; 13,5 x 20 cm

ISBN: 978-979-22-5890-5

My Rating: 4/5

3 thoughts on “Joey Harker, Naruto-nya Multiverse

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s