Catatan Perjalanan dari Negeri-Negeri “-stan”

Buku ini adalah buku perjalanan/traveling terbaik yang pernah saya baca. Buku ini tidak seperti buku-buku traveling pada umumnya. Jika buku-buku traveling pada umumnya bercerita tentang kisah perjalanannya, keindahan tempat yang dikunjungi, dan kadang terkesan “hura-hura”, buku ini justru memberikan bonus berupa “keprihatinan” selama melakukan perjalanan dan sejarah budaya setempat.

Di dalam buku ini Agustinus Wibowo (atau juga sering disapa Avgustin) mampu membawa kita untuk berimajinasi menjelajahi negeri-negeri di Asia Tengah, yang uniknya semua namanya berakhiran -stan. Mulai dari Tajikistan, Kirgizstan, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan. Masing-masing negeri tersebut ternyata menyimpan tempat, budaya, dan cerita-cerita unik yang bahkan mampu membuat kita terheran-heran ketika membacanya.

Misalnya saja antara Tajikistan dan Afghanistan. Kedua negara ini hanya dibatasi oleh sebuah sungai yang lebarnya tidak sampai seratus meter. Tetapi, perbedaan kemajuan peradaban kedua negara ini sangat kontras. Jika yang satu berada di zaman modern, maka yang satunya lagi seakan-akan masih berada di zaman batu. Lalu cerita-cerita mengagumkan dari negeri Kazakhstan, sebuah negeri kaya raya yang terpencil. Bisa dibilang biaya hidup di negeri tersebut termasuk yang termahal di dunia. Tetapi, penghasilan di sana juga sangat tinggi. Bahkan Avgustin sendiri menceritakan bahwa guru bahasa Inggris di sana digaji 100 juta rupiah per bulan! Kemudian ada cerita tentang keramahan orang Uzbek. Dan Avgustin sendiri telah membuktikan keramahan tersebut ketika menghadiri sebuah pesta pernikahan di Uzbekistan. Di waktu itu Avgustin datang terlambat ke acara prosesi pesta pernikahan, tetapi yang punya hajat ternyata rela mengulang prosesi pernikahan dari awal sampai akhir demi Avgustin! Dan yang terakhir ada cerita di negeri utopis dan antah-berantah bernama Turkmenistan. Siapa sangka justru di negeri ini kita dapat menikmati apa saja “nyaris” gratis. Bayangkan saja jika kita naik bus dan kereta dengan hanya mengeluarkan maksimal beberapa ratus rupiah saja. Coba hal ini terjadi juga di Indonesia ya? Belum lagi cerita tentang “kesakralan” buku yang ditulis presiden mereka yang bahkan menyaingi kesucian kitab suci. Itulah realita yang ada di sana.

Dan masih banyak lagi cerita-cerita aneh bin ajaib yang dapat kita temui di buku ini. Semua yang saya kutip di atas hanya sepenggal kecil bagian saja dari buku ini. Ditambah lagi kita akan mendapatkan ringkasan dan analisis sejarah yang tajam dari Avgustin. Semuanya dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna. Saya jamin wawasan kita tentang sejarah dan demografi dunia pasti akan bertambah setelah membaca buku ini.

Terakhir, saya sangat merekomendasikan buku ini bagi para penikmat buku traveling dan para traveler itu sendiri. Buku ini mampu memberikan sudut pandang baru bagi kita tentang “jalan-jalan”. Selain itu, buku ini adalah karya seorang anak negeri. Tidak banyak anak negeri yang mampu menciptakan karya yang sangat berbobot seperti buku ini. Five stars adalah apresiasi tertinggi yang bisa saya berikan untuk karya yang luar biasa ini.

 

Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah

oleh Agustinus Wibowo

Gramedia Pustaka Utama; Cetakan III, Juli 2011

Paperback; xiv+510 halaman; 13,5 x 20 cm

ISBN: 978-979-22-6884-3

My Rating: 5/5

2 thoughts on “Catatan Perjalanan dari Negeri-Negeri “-stan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s