2012: A Book Odyssey

Tahun 2012 beberapa hari lagi akan segera berakhir. Dan bagi aku pribadi, tahun ini adalah tahun yang menakjubkan dan akan menjadi tahun yang tak akan terlupakan dalam sejarah hidupku. Semua itu bukan karena di tahun ini desas-desusnya akan terjadi kiamat yang (faktanya) tidak terjadi. Bukan juga karena ada turnamen Euro 2012 di Polandia dan Ukraina. Penyebabnya adalah di tahun ini aku (dengan suksesnya!) telah kembali berpaling ke cinta pertamaku, yaitu buku. Akhirnya aku kembali merasakan betapa nikmatnya membaca buku, kembali melewati hari-hari dengan buku di tangan, memiliki semangat menulis karena buku—meski sebatas menulis review buku, dan puncaknya adalah aku memiliki teman-teman baru karena buku. Sebelumnya aku tidak pernah menyangka jika minatku terhadap buku bisa memberikan efek seperti itu. Tapi, itulah kenyataan yang aku alami di tahun ini. Rasanya benar-benar WOW!!!

serapiumWell, ada asap pasti ada api. Semua yang aku alami itu tak akan pernah terjadi jika aku tidak pernah bertemu dan bergabung di sebuah forum buku yang bernama Serapium. Forum ini dapat kalian temui di Kaskus, sebuah website yang memiliki jargon The Largest Indonesian Community. Kebetulan pula aku sudah cukup lama memiliki akun di Kaskus dan cukup paham dunia Kaskus. Jadi semua aturan dan tata cara untuk bergabung di Serapium tidak begitu menyulitkanku. Kalau tidak salah waktu itu mendaftar sebagai anggota Serapium di bulan Februari. Dan akhirnya di Serapium aku terdaftar sebagai member dengan nomor anggota CCLXX.

Keputusanku bergabung dengan Serapium ini sebenarnya murni iseng. Aku hanya iseng coba-coba dan tidak pernah berpikir akan mendapatkan manfaat sejauh yang aku sebut di awal tadi. Jangankan untuk mendapatkan teman-teman baru, waktu itu aku berpikir bisa lebih update tentang dunia buku saja sudah sangat bagus. Soalnya sebelum bergabung di Serapium ini keseriusanku dalam dunia membaca dan buku di bawah rata-rata. Memang sejak kecil aku suka membaca, tapi di waktu itu kemampuanku membaca paling banter hanya satu buku saja selama sebulan. Beli buku juga kadang-kadang, kalau lagi kepengen saja. Karena itu aku bergabung di Serapium dengan harapan minatku terhadap membaca buku kembali meningkat. Kalaupun nanti tidak cocok, aku juga tidak rugi-rugi amat. Wong aku juga tidak mengeluarkan sepeser pun uang, he-he-he.

Dan luar biasanya, aku mendapatkan lebih dari yang aku harapkan di Serapium! Di sini aku seperti menemukan dunia yang hilang. Di sini aku menemukan orang-orang yang “senasib” denganku. Senang rasanya mendengar (lebih tepatnya membaca sih) kisah-kisah orang lain yang tidak beda jauh dengan pengalamanku tentang dunia buku. Mungkin karena banyak kesamaan inilah akhirnya aku bisa mendapatkan teman di sini. Apalagi mayoritas member Serapium ramahnya sungguh luar biasa. Newbie seperti aku saja diterima dengan sangat baik. Aku masih ingat betul yang menyambutku pertama kali di Serapium adalah Om Amin. Selanjutnya aku pun berkenalan dan berakrab ria dengan member lain seperti Om Dani, Mbak Luna, Mbak Dewi, Mbak Dina, Om Iwan, Om Dale, Om Bima, Mbak Selvi—yang kebetulan adalah sesepuh-sesepuhnya Serapium—dan beberapa member lain. Dari sinilah aku mendapatkan sesuatu yang tidak pernah aku perkirakan sebelumnya, yaitu teman-teman baru!

Tak hanya itu saja. Di Serapium aku juga bisa berdiskusi tentang buku dari thread-thread yang ada. Mulai dari diskusi yang nggluweh sampai yang super-serius. Ada juga hal yang menarik dan menantang seperti Games Sambung Judul Buku. Sedikit cerita, dulu aku serius banget mengikuti game ini karena ingin dapat cendol lima biji (reward untuk pemenang setiap bulannya), ha-ha-ha. Tapi kenyataannya sampai sekarang aku tidak pernah memenangkan game ini. Kemudian yang paling menarik dan menantang adalah Serapium Reading Challenge atau biasa disebut SRC. SRC ini adalah sebuah kompetisi me-review sebuah buku setiap bulannya yang aturannya sudah ditentukan. Yah, pokoknya seperti itu deh. Bakal panjang kalau aku menjelaskan peraturan SRC di sini, he-he-he. Apalagi setiap bulannya SRC juga menyediakan hadiah yang lumayan. Gara-gara mengikuti SRC inilah aku menjadi lebih “serius” menekuni dunia buku. Bukan hanya sebagai pembaca saja, tapi aku juga tergerak untuk menuliskan review dari setiap buku yang aku baca. Gara-gara SRC pula aku mendapatkan banyak ilmu tentang cara me-review buku yang baik—dan sampai sekarang masih sering aku terapkan. Dan dari sini aku mulai mengenal berbagai jenis genre buku. Aku pun mulai berani keluar dari genre zona nyamanku. Jika sebelumnya wawasan pustakaku sebatas di novel thriller konspirasi dan buku-buku pengembangan diri, maka sekarang aku sudah nyaman menjelajahi hampir seluruh genre. Mulai dari buku-buku berat semacam sastra kontemporer sampai buku-buku nonfiksi tentang sejarah, sosial, dan budaya (N.B.: meski begitu sampai sekarang aku masih menghindari buku dengan genre romance, he-he-he). Dari eksplorasi itu genre favoritku sekarang malahan genre yang sebelumnya sangat aku hindari.

LOGO__BBI_asliSelain itu semua, aku juga kembali mengaktifkan akun Goodreads-ku yang lama nganggur. Setelah bergabung di Serapium, aku jadi paham asyiknya menggunakan Goodreads (GR). Padahal sebelumnya aku sama sekali tak paham bagaimana memanfaatkan media sosial GR ini. Apalagi aku kemudian menemukan bahwa GR juga memberikan sebuah reading challenge di tahun ini, yaitu berapa banyak buku yang bisa kamu lahap di tahun ini. Aku waktu itu menargetkan 50 buku dan alhamdulillah sekarang aku bahkan mampu melewati target itu. Semua keasyikan itu akhirnya membawaku untuk membuat blog ini yang aku khususkan untuk membahas dunia buku. Hingga sekitar dua bulan yang lalu aku juga ikut bergabung di komunitas buku lain, yaitu Blogger Buku Indonesia (BBI).

Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menemukan sesuatu yang luar biasa dari buku. Aku bisa mendapatkan teman-teman baru—meski aku sama sekali belum pernah bertemu mereka, aku bisa merasakan kebaikan-kebaikan mereka. Sekarang pun aku menjadi rutin membeli dan membaca buku. Hampir tak ada hari yang aku lewatkan tanpa buku di tangan. Gara-gara ini pula tabunganku pasti bocor hampir di setiap bulan, ha-ha-ha. Tapi selama itu demi membaca buku (dan menambah wawasanku), hal itu tak menjadi masalah bagiku. Aku malah bersyukur kecintaanku pada buku bisa sampai tahap ini.

Terima kasih, Serapium. Berkat kamu aku bisa kembali mencintai buku. Terima kasih juga, teman-teman Seraper. Berkat kalian aku lebih bersemangat membaca buku. Terima kasih juga, BBI. Berkat kamulah aku bisa kepikiran untuk membuat blog ini. Dan khusus untuk Serapium, aku ucapkan selamat ulang tahun yang pertama. Semoga semakin maju serta memajukan dunia buku dan minat membaca ke seluruh penjuru Nusantara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s