Mencermati Kisah Samurai dan Sejarahnya

Meski buku ini berukuran cukup mini, isi buku ini tidaklah semini penampilannya. Lewat buku ini kita seperti diajak Paul Varley berkelana menggunakan mesin waktu. Mulai dari zaman Nara dan Heian di sekitar abad VIII hingga zaman restorasi Meiji di pertengahan abad XIX akan kita kunjungi untuk mengikuti sejarah perkembangan samurai. Semua dibahas secara lugas dan ringkas oleh Paul Varley sehingga buku ini padat akan wawasan sejarah dan tidak membutuhkan terlalu banyak halaman.

Mayoritas dari kita sendiri pasti sudah mengenal apa itu samurai. Kebanyakan pasti akan mendefinisikan samurai sebagai prajurit kuno Jepang yang ke mana-mana selalu membawa pedang dan identik pula dengan tindakan bunuh diri demi kehormatan yang disebut seppuku. Definisi tersebut memang tidak salah. Tapi setelah membaca buku ini, saya menyadari bahwa samurai tidak hanya sebatas itu. Samurai ternyata memiliki makna dan sejarah yang jauh melebihi pengucapan namanya yang hanya terdiri dari tiga suku kata. Sejarah itu tak hanya dalam hitungan puluhan atau ratusan tahun, melainkan lebih dari seribu tahun!
Continue reading

Advertisements

Membaca Kisah Obama

Jangan mengira bahwa buku ini mengisahkan riwayat hidup Barack Obama dari masa kecil hingga mampu meraih kursi presiden Amerika Serikat. Buku ini justru “hanya” mengisahkan sebagian riwayat kehidupan Obama karena pertama kali diterbitkan pada tahun 1995—jauh sebelum dia terpilih menjadi presiden. Sejatinya buku ini ditulis karena Obama terpilih sebagai orang Afrika-Amerika pertama yang menjabat presiden Harvard Law Review. Fenomena ini membuat Obama yang sebelumnya bukanlah siapa-siapa menjadi sorotan pada periode itu. Publisitas itu membuat Obama mendapat tawaran dari beberapa penerbit untuk menulis sebuah buku yang pada akhirnya menghasilkan karya berjudul Dreams from My Father ini.

Dalam autobiografi ini Obama membagi riwayat hidupnya ke dalam tiga bagian. Di bagian pertama yang berjudul Asal-Usul dia mengisahkan kehidupan masa kecilnya hingga menjalani kuliah di New York. Lalu di bagian kedua yang berjudul Chicago dia mengisahkan hari-harinya menjalani kehidupan di kota tersebut sebagai aktivis sebuah organisasi penggalangan massa. Dan di bagian terakhir yang berjudul Kenya dia mengisahkan perjalanan pencarian jati dirinya dengan mengunjungi sanak keluarganya di Kenya.

Continue reading

New Year, New Challenge

Tahun baru, resolusi baru. Katanya sih begitu. Tapi selain itu, tahun baru harus ada challenge baru juga dong. Terutama challenge membaca buku. Menengok challenge yang aku ikuti di tahun 2012 kemarin, banyak sekali manfaat yang aku dapatkan. Mulai dari meningkatnya minat membaca hingga kemampuan menulis review buku. Nah, untuk menjaga ritme tersebut, tahun ini pun aku kembali mengikuti beberapa challenge. Tidak banyak juga sih challenge yang aku ikuti. Tapi paling tidak, cukup lah untuk membuatku tetap termotivasi meningkatkan kuantitas dan kualitas bacaan.

Continue reading

Bacaan Terbaik Sepanjang 2012

Terinspirasi dari salah satu post di blog temanku, aku memutuskan untuk ikutan membuat post serupa. Hasilnya seperti yang kalian baca ini. Di sini aku akan membagi kepada kalian buku-buku yang kuanggap terbaik yang aku baca di tahun 2012. Sebenarnya aku ingin memilih lima buku yang menurutku terbaik seperti yang dilakukan temanku itu. Tapi, ternyata ada satu buku yang aku tidak tega untuk “menyingkirkannya” dari daftar. Jadilah aku memilih enam buah buku terbaik yang aku baca di tahun 2012. Keenam buku ini aku anggap sama-sama terbaik, tidak ada yang lebih unggul satu sama lain. Karenanya aku menyusun daftarnya tidak berdasarkan peringkat, melainkan berdasarkan abjad judul buku. Dan inilah keenam buku tersebut:

Continue reading

Sebuah Resume dari 2012

Tahun 2012 telah berakhir. Seperti di post yang kuterbitkan sebelumnya, tahun itu memberiku banyak kesan dan semangat baru dalam dunia pustaka. Di tahun 2012 aku berhasil menyelesaikan 54 judul buku dengan total halaman yang kubaca mencapai 20.051 halaman. Sebuah prestasi tersendiri bagiku karena sebelumnya aku tidak pernah menyelesaikan buku sebanyak itu dalam satu tahun. Jumlah itu juga melebihi target 50 buku yang aku patok dalam Goodreads Reading Challenge. Hal ini membuatku sedikit berbangga diri karena aku bisa menyelesaikan sebuah “misi” yang aku bikin sendiri dengan memuaskan, he-he-he. Selain itu, tuntasnya “misi” di tahun 2012 tersebut juga mempengaruhiku untuk semakin bersemangat membaca dan mengeksplorasi lebih banyak buku di hari-hari mendatang. Dan aku berharap hal itu dapat terealisasi di tahun ini dan tahun ini menjadi lebih berwarna daripada tahun 2012.

Continue reading