Sebuah Resume dari 2012

Tahun 2012 telah berakhir. Seperti di post yang kuterbitkan sebelumnya, tahun itu memberiku banyak kesan dan semangat baru dalam dunia pustaka. Di tahun 2012 aku berhasil menyelesaikan 54 judul buku dengan total halaman yang kubaca mencapai 20.051 halaman. Sebuah prestasi tersendiri bagiku karena sebelumnya aku tidak pernah menyelesaikan buku sebanyak itu dalam satu tahun. Jumlah itu juga melebihi target 50 buku yang aku patok dalam Goodreads Reading Challenge. Hal ini membuatku sedikit berbangga diri karena aku bisa menyelesaikan sebuah “misi” yang aku bikin sendiri dengan memuaskan, he-he-he. Selain itu, tuntasnya “misi” di tahun 2012 tersebut juga mempengaruhiku untuk semakin bersemangat membaca dan mengeksplorasi lebih banyak buku di hari-hari mendatang. Dan aku berharap hal itu dapat terealisasi di tahun ini dan tahun ini menjadi lebih berwarna daripada tahun 2012.

Kembali ke buku yang kubaca di tahun kemarin. Dari 54 buku tersebut, mayoritas masih didominasi oleh buku fiksi dengan persentase 81,48% (44 buku). Well, sejak kecil aku memang suka dengan cerita-cerita fiksi. Hal itu terus berlanjut hingga sekarang ini. Karena itu tidak heran jika buku-buku yang aku baca di tahun kemarin didominasi oleh buku-buku fiksi. Tapi, setidaknya ada yang menarik bagiku dari buku-buku fiksi yang kubaca tersebut. Aku mulai berani mencoba ranah baru dalam dunia fiksi. Jika sebelumnya dalam dunia fiksi aku (hampir) selalu berkutat dengan genre thriller dan teori-teori konspirasi semacam karya-karyanya Dan Brown, sekarang aku mulai berani menjelajah ranah sastra—baik yang klasik maupun kontemporer. Setidaknya dari 44 buku fiksi yang aku baca itu ada 19 buku yang memiliki genre sastra. Padahal dulu aku begitu “takut” dengan genre ini; takut karena bahasanya yang begitu tinggi, sekaligus takut tidak memahami apa yang kubaca. Dan ajaibnya, sekarang aku benar-benar menikmati genre ini dan menjadikannya genre favorit dalam dunia fiksi. Selain sastra, tidak banyak perubahan selera dalam buku fiksi yang kubaca. Aku masih suka membaca buku-buku detektif seperti Sherlock Holmes dan karya-karya Agatha Christie, serta buku-buku thriller dan fantasi. Khusus untuk genre fantasi, sekarang aku hanya berselera pada karya Neil Gaiman. Selain karyanya, rasanya aku mulai kehilangan minat pada genre fantasi.

Dan untuk buku nonfiksi yang hanya berporsi 18,52% (10 buku), mayoritas yang kubaca adalah biografi dan buku-buku tentang traveling. Untuk genre biografi, aku sendiri mulai “keracunan” genre ini setelah membaca biografi Steve Jobs karya Walter Isaacson di awal tahun. Dalam buku tersebut aku menemukan bahwa genre biografi ternyata juga menyenangkan. Membaca kisah perjalanan hidup orang lain ternyata juga tidak kalah seru dengan membaca kisah-kisah fiksi. Dan untuk buku dengan genre traveling, aku memang sudah lama menyukainya karena genre ini membuatku membuka mata bahwa banyak sekali tempat-tempat indah di belahan lain dunia ini.

Tak hanya perbedaan porsi fiksi-nonfiksi yang sangat jomplang dari bacaanku di tahun 2012. Perbedaan porsi antara penulis lokal dan penulis luar pun jomplang, yaitu 77,78% berbanding 22,22% untuk keunggulan penulis luar. Ini juga lagi-lagi dipengaruhi kebiasaanku yang sejak dulu lebih akrab dengan karya-karya penulis luar. Tapi, semenjak Andrea Hirata sukses dengan tetralogi Laskar Pelangi-nya, aku juga mulai melirik beberapa karya penulis lokal. Meski begitu, tetap saja aku selektif dalam memilih judul dan penulis. Tidak lantas semua karya penulis lokal aku jajaki. Hingga sekarang aku lebih condong untuk membaca sastra-sastra Indonesia untuk karya penulis lokal. Selain itu, masih harus berpikir dua kali dulu untuk membacanya.

Setidaknya itu yang bisa aku bagi tentang bacaan yang kubaca di tahun 2012 kemarin. Sekarang tahun yang baru sudah dimulai. Seperti yang aku sebut di awal, aku berharap tahun ini bacaanku lebih berwarna. Terutama aku ingin lebih mengeksplorasi buku-buku nonfiksi. Agak kaget juga melihat perbandingan yang sangat jomplang antara fiksi-nonfiksi yang kubaca tahun kemarin. Padahal aku merasa sudah cukup banyak membaca buku nonfiksi lho, he-he-he. Yah, semoga saja resumeku untuk tahun ini lebih berwarna dan bervariasi dari resume tahun kemarin. Sampai jumpa lagi di tahun depan.

8 thoughts on “Sebuah Resume dari 2012

  1. Tekadku tahun ini salah satunya ingin lebih banyak membaca karya penulis2 lokal.. pengen baca buku2nya pram.. pengen baca buku2nya seno gumira, pengen baca buku2nya langit kresna hariadi dan masih banyak lagi

    • untuk buku2nya Pram, aku baru tahu kalo cukup banyak buku2nya yang sudah sulit didapat di pasaran setelah mbaca “Pram dan Sastra Realisme Sosialis”. itu buku2nya Seno Gumira Ajidarma kayanya juga mulai susah dicari. padahal aku juga pengen mbaca ==’

      • iya, kenapa ya GPU ga cetak ulang itu juga. sayang banget buku2 dr penulis Indonesia malah jarang ada di pasaran. hikz

  2. @ mbak luna: mungkin sepi peminat juga mbak. tau sendiri kan situasi pasar buku sekarang ini kaya gimana?
    agak miris juga buku2 berkualitas malah mulai terpinggirkan. ==’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s