Bacaan Terbaik Sepanjang 2012

Terinspirasi dari salah satu post di blog temanku, aku memutuskan untuk ikutan membuat post serupa. Hasilnya seperti yang kalian baca ini. Di sini aku akan membagi kepada kalian buku-buku yang kuanggap terbaik yang aku baca di tahun 2012. Sebenarnya aku ingin memilih lima buku yang menurutku terbaik seperti yang dilakukan temanku itu. Tapi, ternyata ada satu buku yang aku tidak tega untuk “menyingkirkannya” dari daftar. Jadilah aku memilih enam buah buku terbaik yang aku baca di tahun 2012. Keenam buku ini aku anggap sama-sama terbaik, tidak ada yang lebih unggul satu sama lain. Karenanya aku menyusun daftarnya tidak berdasarkan peringkat, melainkan berdasarkan abjad judul buku. Dan inilah keenam buku tersebut:

American Gods

Novel fantasi karya Neil Gaiman ini menurutku adalah buku yang luar biasa. Meski ketebalannya cukup bikin enek plus ukuran font yang digunakan penerbit cukup membuat mata terpicing, cerita yang disusun Neil Gaiman membuat semua itu tidak menjadi beban. Ditambah twist yang tak terduga di akhir cerita membuat buku ini sangat mengesankan bagiku. Jujur saja inilah novel bernuansa horor pertama yang aku baca karena aku memang tidak suka cerita-cerita horor. Waktu membacanya sempat kaget juga kok ceritanya cukup kental dengan nuansa horor. Ternyata novel ini pernah memenangkan Bram Stoker Award untuk novel horor terbaik di tahun 2001! Hmm, pantes. Sempat kepikiran juga kalau aku melakukan blunder dengan membeli buku ini. Tapi setelah membaca sampai tuntas, justru ini adalah pembelian-agak-ngawur paling sukses di tahun 2012. Gara-gara buku ini pula sekarang Neil Gaiman menjadi salah satu penulis favoritku karena konsep ceritanya yang cukup unik di setiap karyanya. Buku ini tidak boleh dilewatkan bagi kalian yang menyukai cerita-cerita fantasi, mitologi, dan misteri.

Eleven Minutes

Sebuah buku yang membalikkan penilaianku tentang Paulo Coelho. Sebelum membaca buku ini aku menganggap semua karya Paulo Coelho adalah karya kelas berat. Semua itu gara-gara aku yang tidak bisa menyelesaikan The Alchemist. Tapi, aku nekat membeli buku ini karena tertarik dengan garis besar ceritanya. Kisah seorang pelacur barangkali sebuah kisah yang tabu. Karena itulah aku tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh Paulo Coelho lewat kisah tersebut. Dan ternyata banyak sekali pelajaran kehidupan yang bisa didapatkan dari buku ini. Sejak itu aku menyadari bahwa karya-karya Paulo Coelho tidak seberat yang kukira selama ini. Dan sejak itu pula aku jadi menyukai karya-karyanya dan menjadikannya salah satu penulis favoritku.

Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah

Buku ini adalah buku traveling terbaik yang pernah aku baca. Yang lebih membanggakan lagi, buku ini ditulis oleh anak negeri. Agustinus Wibowo, yang juga sering disapa Avgustin dalam buku ini dengan apik menggambarkan kisah perjalanannya di negeri-negeri Asia Tengah, yang uniknya semua nama negaranya berakhiran “-stan”. Dalam buku ini Avgustin juga dengan baik membawa sebuah konsep baru dalam ber-traveling, yaitu mempelajari kultur, sejarah, serta kehidupan sosial di setiap negara yang ia kunjungi. Karena itulah perjalanan-perjalanan yang ia kisahkan dalam buku ini bukanlah perjalanan-perjalanan yang memakan waktu singkat. Perjalanan-perjalanan tersebut ada kalanya sangat berbahaya dan berkali-kali pula ia harus menghadapi situasi kepepet. Dalam buku ini tak hanya kisah-kisah perjalanannya yang luar biasa yang ia ceritakan. Ia juga membahas sejarah sosial dan budaya di masing-masing negara yang membuatnya seperti ahli sejarah Asia Tengah. Buku ini tidak hanya menawarkan sebuah hiburan bagiku, tapi juga menambah wawasan tentang sebuah sudut dunia yang jarang diperbincangkan.

Panggil Aku Kartini Saja

Buku ini adalah biografi R.A. Kartini yang ditulis oleh salah satu maestro sastra Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Buku ini benar-benar membuka mata dan wawasanku bahwa Kartini tidak hanya seorang pahlawan emansipasi wanita. Apalagi dalam buku ini Pram memposisikan Kartini sebagai seorang biasa, bukan sebagai anak bangsawan. Hal itu membuat perjuangan Kartini semakin terasa kental di sini. Bukan hanya sebagai pejuang emansipasi wanita, tetapi juga sebagai pejuang untuk kesejahteraan rakyat seutuhnya. Dari buku ini pula aku juga mengetahui bahwa Kartini adalah seorang seniman yang luar biasa dan berbagai hal lain yang jarang kita ketahui dari seorang Kartini. Sayangnya dua sekuel buku ini lenyap karena vandalisme Angkatan Darat dalam huru-hara 1965.

Ronggeng Dukuh Paruk

Gara-gara buku ini aku menjadi semakin tertarik dengan sastra Indonesia. Buku ini ternyata tidak “seseram” yang dibicarakan orang-orang bahwa buku ini berat, ditambah dengan ukuran font buku yang sangat kecil. Yah, memang benar sih kalau ukuran font buku ini melelahkan mata, tapi cara bercerita dan latar yang dipilih Ahmad Tohari membuatku sangat menikmati buku ini. Yang aku suka dari buku ini adalah gambaran sosial dan kultur pedesaannya yang benar-benar khas pedesaan. Hal itu digambarkan Ahmad Tohari dengan sangat baik. Ditambah dengan perpaduan konflik politik tahun 1960-an membuat buku ini benar-benar menarik untuk ditinjau dari sisi sejarah dan sosial-budaya. Ronggeng Dukuh Paruk adalah salah satu sastra Indonesia yang tidak boleh dilewatkan dalam hidup.

Steve Jobs

Biografi terbaik yang pernah aku baca. Semua sisi kehidupan pendiri dan eks CEO Apple ini benar-benar dibuka secara gamblang dalam buku ini. Dulu aku mengira bahwa biografi lebih banyak mengulas sisi baik sang tokoh. Ternyata dugaanku itu dalam buku ini tidak terbukti. Sisi “jahat” Steve Jobs ternyata juga diungkap secara gamblang oleh sang penulis, Walter Isaacson. Dari buku ini kita dapat memetik pelajaran berharga dari kehidupan Steve Jobs. Selain itu, cukup banyak wawasan tentang dunia IT juga aku dapatkan di sini. Sejarah perkembangan komputer dan “perang” korporasi yang mewarnainya juga diulas cukup lengkap. Semua ditulis tidak hanya dari sisi yang pro terhadap Steve Jobs, tapi juga dari sisi yang selama ini menjadi “musuh” Steve Jobs. Menurutku biografi inilah biografi yang paling obyektif. Sebuah biografi yang ditulis tidak hanya untuk menjual citra semata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s