Rasionalisasi Kisah Ken Arok

 

“Mungkin kau lupa. Jatuhkan Tunggul Ametung seakan tidak karena tanganmu. Tangan orang lain harus melakukannya. Dan orang itu harus dihukum di depan umum berdasarkan bukti tak terbantahkan. Kau mengambil jarak secukupnya dari peristiwa itu.” ~ Pramoedya Ananta Toer, Arok Dedes

 

Sebagian besar dari kita pasti akan mengaitkan kisah Ken Arok dengan kutukan keris Empu Gandring, yang tentunya berbau mistis. Senjata itulah yang konon katanya digunakan Ken Arok untuk melakukan coup d’état terhadap Tunggul Ametung dan alat untuk mengkambing-hitamkan Kebo Ijo. Tragisnya justru keris itulah yang kemudian digunakan sebagai alat untuk membunuh Ken Arok.

Continue reading

Warisan yang Serba Nanggung

Ini adalah pertama kalinya saya membaca buku karya V. Lestari. Jujur saja, saya mungkin tidak akan membaca karya-karyanya jika tidak ada acara Bubarkan Serapium (Buku Dibaca Bareng Rekan-Rekan Serapium) bulan April. Karena tidak familiar dengan V. Lestari, saya tanya-tanya sesepuh-sesepuh di Serapium untuk mendapatkan rekomendasi judul yang oke. Setelah tanya sana-sini dan tidak menemukan rekomendasi judul yang memuaskan, akhirnya saya cari-cari sendiri di Goodreads. Dan akhirnya saya memilih judul ini, Warisan Masa Silam.

Saya sendiri tertarik dengan buku ini karena sinopsisnya yang “menantang” pikiran saya. Salah satu hal yang dibahas di buku ini adalah sebuah warisan keluarga (yang cukup bikin penasaran) ternyata merupakan sebuah bukti kejahatan dari masa silam. Tak hanya itu, ada lagi warisan berupa gen jahat yang satu paket dengan warisan tadi! Wah, wah, wah! Pikiran saya langsung berkelana membayangkan bahwa cerita buku ini akan berjalan seru. Bahkan juga langsung membayangkan pasti bakalan ada bahasan scientific tentang gen dalam buku ini. Tapi, begitu menyelesaikan buku ini, saya sukses dibikin ter-wow, wow, wow! Buku ini benar-benar merangsang otak saya! Sayangnya merangsang untuk mengirimkan impuls tertawa. No offense untuk fans V. Lestari.

Continue reading

Legal Thriller, Military, and IT

Madelyn Chapman, CEO perusahaan piranti lunak terkemuka, tewas dibunuh di rumahnya. Dari bukti-bukti yang ada, pelaku pembunuhan tersebut mengarah kepada Emiliano Ruiz, mantan pengawal pribadi Chapman. Apalagi Chapman dibunuh dengan cara double tap⎯dua tembakan di kepala, ciri khas anggota pasukan elite militer di mana Ruiz pernah tergabung. Situasi makin rumit ketika Ruiz terbukti pernah melakukan affair dengan Chapman dan diduga membunuh sang CEO karena alasan cinta.

Tapi, Ruiz ngotot menyangkal melakukan pembunuhan itu kepada pengacaranya, Paul Madriani. Bagaimanapun caranya, Ruiz ingin agar Madriani bisa membebaskannya. Tapi anehnya, Ruiz tidak menceritakan semua informasi yang diinginkan Madriani. Ruiz bungkam jika ditanya masa lalu dan sejarah karier militernya.
Continue reading