Sebuah Autobiografi tentang Cinta, Religi, dan Semangat Feminisme

Satu pertanyaan muncul di benak saya sebelum membaca novel ini: Apakah Jane Eyre hanya membahas masalah romantisme percintaan? Begitu saya menyelesaikan membaca novel ini, saya mendapatkan jawabannya: tidak! Novel ini justru jauh lebih kaya dari itu! Menurut saya novel ini berbicara tentang kehidupan jika dilihat dalam gambaran besarnya. Selain sisi romantisme percintaan, novel ini juga menyinggung arti sebuah perjuangan kehidupan dan sisi religius manusia. Semua itu membuat novel ini bukanlah sebuah novel romantis yang picisan, melainkan sebuah novel romantis yang elegan.

Ringkasan Cerita

Novel ini mengisahkan kehidupan Jane Eyre. Kisahnya dalam novel ini dimulai ketika dia berumur sepuluh tahun dan harus tinggal bersama keluarga bibinya karena kedua orangtuanya telah meninggal. Kehidupannya pada masa ini sangat berat. Dia sering mendapat perlakuan kejam dari bibi, sepupu, bahkan beberapa pelayan dalam rumah tangga tersebut. Karena tidak tahan dengan keadaan tersebut, dia “melarikan diri” dari keluarga tersebut dengan bersekolah di sebuah sekolah asrama bernama Lowood. Di lingkungan baru ini dia menemukan kehidupan baru. Meskipun sederhana, dia bahagia tinggal di lingkungan ini. Begitu lulus dari sekolah ini, dia pun sempat mengabdikan diri pada sekolah yang sama sebagai guru. Tapi, dia juga membutuhkan sebuah tantangan baru. Karenanya dia memutuskan keluar dari Lowood dan menerima sebuah pekerjaan sebagai guru pribadi di Thornfield Hall. Di sini kehidupannya kembali berubah. Apalagi dia juga bertemu dan jatuh cinta pada Mr. Rochester, sang pemilik Thornfield Hall sekaligus majikannya. Suatu hubungan yang aneh kemudian tumbuh di antara mereka⎯yang perjalanan hubungan itu sendiri juga aneh dan penuh rintangan.
Continue reading