Review: Hiroshima karya John Hersey

Dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima adalah salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah yang sampai sekarang, bahkan nanti, tidak akan terlupakan. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 6 Agustus 1945 ini mencatatkan rekor baru, yaitu penggunaan bom atom dalam peperangan untuk pertama kalinya di panggung sejarah dunia. Hiroshima menjadi sasaran percobaan pertama proyek yang dinamai Manhattan Project tersebut. Dan dampak yang ditimbulkan proyek yang menelan US$1,89 miliar itu sungguh luar biasa. Setelah pengeboman tersebut Jepang menyerah kepada Sekutu di Perang Dunia II. Dan dampak yang sangat menyentuh sisi kemanusiaan adalah terbunuhnya ratusan ribu orang dan masih banyak korban yang harus menanggung cacat seumur hidup.

Kengerian detik-detik menjelang, selama, dan pasca-pengeboman tersebut digambarkan John Jersey dalam bukunya ini. Bersumber dari hasil wawancara para korban yang selamat, jurnalis yang pernah memenangi Pulitzer Prize ini menuliskan kisah para korban dengan gaya ala cerita fiksi yang enak dibaca. Lewat tulisannya ini kita bisa ikut mengetahui dan merasakan langsung bagaimana rasanya berada di tengah-tengah tragedi kemanusiaan ini.

Continue reading

Advertisements

Mencermati Kisah Samurai dan Sejarahnya

Meski buku ini berukuran cukup mini, isi buku ini tidaklah semini penampilannya. Lewat buku ini kita seperti diajak Paul Varley berkelana menggunakan mesin waktu. Mulai dari zaman Nara dan Heian di sekitar abad VIII hingga zaman restorasi Meiji di pertengahan abad XIX akan kita kunjungi untuk mengikuti sejarah perkembangan samurai. Semua dibahas secara lugas dan ringkas oleh Paul Varley sehingga buku ini padat akan wawasan sejarah dan tidak membutuhkan terlalu banyak halaman.

Mayoritas dari kita sendiri pasti sudah mengenal apa itu samurai. Kebanyakan pasti akan mendefinisikan samurai sebagai prajurit kuno Jepang yang ke mana-mana selalu membawa pedang dan identik pula dengan tindakan bunuh diri demi kehormatan yang disebut seppuku. Definisi tersebut memang tidak salah. Tapi setelah membaca buku ini, saya menyadari bahwa samurai tidak hanya sebatas itu. Samurai ternyata memiliki makna dan sejarah yang jauh melebihi pengucapan namanya yang hanya terdiri dari tiga suku kata. Sejarah itu tak hanya dalam hitungan puluhan atau ratusan tahun, melainkan lebih dari seribu tahun!
Continue reading

Sebuah Kritik terhadap Feodalisme Jawa

DSC_2716

Novel tidak melulu sebagai sebuah hasil imajinasi penulisnya. Meskipun bersifat fiksi, novel dapat kita gunakan sebagai alat untuk memahami tatanan sosial kemasyarakatan lewat dunia kesusastraan. Apa yang ditulis Suryakenchana Omar tersebut dalam esainya yang berjudul The Javanese Society of Pramoedya’s Gadis Pantai memang benar. Apalagi jika novel tersebut adalah karya penulis sekelas Pramoedya Ananta Toer (Pram). Pram memang terkenal sebagai seorang penulis yang secara realistis memotret kehidupan masyarakat pribumi dalam karya-karyanya. Tema-tema karyanya yang humanis, memperjuangkan persamaan derajat manusia, dan menentang keras sistem feodalisme membuat karya-karyanya bak pisau bermata dua. Berkat karya-karyanya tersebut dia memperoleh berbagai penghargaan internasional dan bahkan satu-satunya sastrawan Indonesia yang mampu menembus kandidat peraih Nobel Sastra. Tapi, karena pemikiran-pemikiran dan idealisme yang dituangkan ke dalam karyanya pula dia lebih akrab dengan penjara dalam sejarah kehidupannya.

Continue reading

Belajar Sejarah Perang Dunia dari Sebuah Novel

Fall of Giants (Runtuhnya Dinasti Raksasa)

oleh Ken Follett

Penerjemah: Alphonsus C. Putro

Esensi; Oktober 2010

ISBN 978-979-099-304-4

Rate: 4/5

Franz Ferdinand terbunuh di Sarajevo. Kaisar Austria-Hungaria yang tidak terima putra mahkotanya tiada berniat menginvasi Serbia, tempat di mana sang putra mahkota terbunuh dan pihak yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Bersama sekutunya yang setia, Jerman, mereka ingin membuat Serbia mempertanggung jawabkan peristiwa naas tersebut. Sekutu Serbia pun tidak tinggal diam. Rusia dengan kekuatan prajurit terbesar di dunia bersiap memobilisasi pasukannya ke perbatasan barat Rusia. Inggris dan Prancis yang merupakan sekutu Rusia juga ikut bereaksi.

Kejadian-kejadian itu mengejutkan Fitz dan Walter. Mereka sudah lama bersahabat, tetapi kejadian itu membuat mereka harus berperang satu sama lain. Fitz memimpin pasukan Inggris dan Walter memimpin pasukan Jerman. Billy juga harus meninggalkan pekerjaannya sebagai penambang batu bara di Wales untuk bergabung dengan militer membela panji Inggris Raya. Gus Dewar juga harus meninggalkan karier politiknya sebagai penasihat presiden ketika Jerman menerapkan perang kapal selam tak terbatas yang membuat AS ikut berperang. Dan jauh di timur Eropa Grigori terpaksa bergabung dengan militer Rusia karena memiliki masalah dengan kepolisian Rusia.

Mereka semua berasal dari lima keluarga yang berbeda dan lima negara yang berbeda pula. Namun satu takdir membuat mereka saling terkait satu sama lain, yaitu Perang Dunia I. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa terkadang kawan bisa menjadi lawan, dan lawan pun bisa menjadi kawan.

***

Buku ini sangat berbobot. Berbobot dalam makna denotatif maupun konotatif. Bagaimana tidak? Dengan dimensi panjang 24,5 cm, lebar 17,5 cm, tebal 6 cm (xiv + 928 halaman), serta sampul hardcover benar-benar membuat buku ini kokoh dan berbobot. Begitu juga isi buku ini. Mengambil latar belakang sejarah Perang Dunia I menjadikan buku ini sebagai sebuah novel historis yang padat akan informasi dan data sejarah nan akurat yang mampu membuat kita secara tidak langsung (dan tidak sadar) juga belajar sejarah.

Continue reading